IDI Kota Rembang Sebut Bahaya Berlebihan Mengonsumsi Minuman Berenergi

oleh
oleh
IDI Kota Rembang Sebut Bahaya Berlebihan Mengonsumsi Minuman Berenergi
Ilustrasi. Sumber: Pixabay/ Kranich17

Menurut sebuah studi dari European Food Safety Authority (EFSA), asupan kafein yang melebihi 400 mg per hari berpotensi berbahaya bagi orang dewasa.

Bagi anak-anak dan remaja, batas aman asupan kafein jauh lebih rendah, yakni sekitar 3 mg per kilogram berat badan.

Namun, satu kaleng minuman berenergi bisa saja mengandung lebih dari 200 mg kafein, melebihi batas aman untuk banyak konsumen muda.

Selain kafein, bahan lain seperti taurin dan ginseng juga sering ditambahkan untuk memberikan efek tambahan.

Meski bermanfaat dalam dosis kecil, konsumsi berlebihan bahan-bahan ini dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

IDI Kota Rembang menegaskan pentingnya edukasi masyarakat tentang bahaya konsumsi minuman berenergi secara tidak terkendali.

Masyarakat sering kali tidak menyadari risiko jangka panjang dari konsumsi minuman ini, terutama pada kesehatan jantung.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan peningkatan kasus hipertensi pada usia muda, yang salah satu penyebabnya adalah pola konsumsi yang tidak sehat.

Pola konsumsi minuman berenergi yang tidak terkendali juga sering kali dipicu oleh promosi agresif dari produsen.

Promosi ini sering kali menampilkan minuman berenergi sebagai solusi instan untuk meningkatkan performa fisik dan mental.

Padahal, dampak yang ditimbulkan hanya bersifat sementara dan dapat berujung pada ketergantungan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan untuk membatasi pemasaran minuman berenergi, terutama kepada anak-anak dan remaja.

Langkah ini bertujuan untuk melindungi kelompok rentan dari risiko kesehatan yang mungkin tidak mereka sadari.

Visited 140 times, 1 visit(s) today

No More Posts Available.

No more pages to load.