Langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko ini melibatkan pengelolaan waktu layar dengan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, beristirahat dengan melihat objek jauh selama 20 detik. Penggunaan tetes mata buatan juga dianjurkan untuk menjaga kelembapan mata.
Penting pula untuk menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan vitamin A. Pola makan yang seimbang dapat membantu melindungi kesehatan mata secara keseluruhan.
Bagi individu dengan riwayat keluarga katarak, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan. Deteksi dini terhadap tanda-tanda mata kering atau gejala awal katarak dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.
IDI Praya NTB menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait kesehatan mata, terutama di era digital. Peningkatan kesadaran mengenai hubungan antara penggunaan gadget yang berlebihan, mata kering, dan katarak menjadi langkah krusial untuk mencegah epidemi gangguan penglihatan di masa depan.***

