Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk sekolah, tempat ibadah, dan organisasi masyarakat.
Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penularan virus dengue.
Pendidikan tentang bahaya DBD dan cara pencegahannya juga terus digalakkan melalui media sosial, seminar, dan penyuluhan di tingkat kelurahan.
Sebagai langkah tambahan, beberapa daerah di Indonesia telah mulai menguji coba program pelepasan nyamuk ber-Wolbachia.
Teknologi ini dianggap efektif untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan virus dengue.
Namun, program ini masih dalam tahap uji coba dan belum diterapkan secara luas.
Masyarakat Kebumen diharapkan tetap waspada dan tidak menganggap remeh demam yang berkepanjangan.
Dengan mengenali gejala DBD sejak dini dan melakukan pencegahan aktif, risiko komplikasi dan angka kematian akibat penyakit ini dapat diminimalkan.***





