Di stadion Si Jalak Harupat, misalnya, steward ditempatkan di pintu masuk untuk memeriksa tiket dan mencegah barang-barang terlarang masuk ke dalam area stadion.
Mereka juga berpatroli di sekitar tribun untuk memantau perilaku penonton dan mencegah potensi kerusuhan yang bisa mengganggu jalannya pertandingan.
Berdasarkan regulasi PSSI, steward yang bertugas di Indonesia harus berusia minimal 18 tahun dan telah menerima pelatihan khusus terkait manajemen keamanan stadion.
Tugas mereka meliputi menjaga keselamatan, mengontrol akses penonton, melindungi pemain dan ofisial, serta melaporkan setiap potensi ancaman kepada pihak berwenang.
Keberadaan steward semakin disorot setelah tragedi Kanjuruhan, yang memicu perubahan besar dalam standar keselamatan pertandingan sepak bola di Indonesia.
Sebagai tambahan, steward juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga area-area khusus seperti ruang ganti pemain dan area VIP.
Tugas ini sangat penting untuk menjaga privasi dan keamanan para pemain, pelatih, dan tamu penting yang hadir.
Di sisi lain, steward juga harus siap untuk merespons situasi darurat, seperti memberikan pertolongan pertama kepada penonton yang mengalami cedera atau sakit selama pertandingan berlangsung.
Secara keseluruhan, steward adalah elemen vital dalam pertandingan sepak bola modern, termasuk di Indonesia.
Tanpa kehadiran mereka, keamanan dan kelancaran sebuah pertandingan akan sangat sulit dijamin. Sebab ketika ada steward pun, kericuhan masih bisa terjadi.***





