Penjaga konter tersebut juga menceritakan bahwa pria tersebut pernah melempar toples yang hampir mengenai kepalanya.
Tak hanya itu, pria tersebut juga diketahui mengacak-acak peralatan printer yang ada di konter dan bahkan sempat melempar batu.
Perilaku pria tersebut semakin memperparah keresahan warga.
Selain toko dan konter HP, seorang bidan bernama Dhyta Maria (35), yang memiliki klinik persalinan di desa tersebut, juga mengaku merasa khawatir dengan kehadiran pria tersebut.
Bidan Dhyta menyampaikan bahwa pria itu pernah melempar batu ke arah rumahnya, yang membuatnya merasa takut akan keselamatan dirinya dan keluarganya.
Kondisi ini membuat warga Desa Rancapanggung semakin resah dan berharap ada tindakan dari pihak berwenang untuk menangani situasi ini.
Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani, pria yang diduga ODGJ tersebut dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Meskipun warga telah mencoba untuk mengusirnya dari lingkungan mereka, perilaku pria tersebut yang kerap kembali ke desa membuat warga semakin tidak nyaman.
Para warga berharap pemerintah atau pihak terkait dapat segera turun tangan untuk menangani pria tersebut agar ketenangan di desa dapat kembali pulih.
Mereka juga berharap adanya tindakan yang lebih preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kehadiran pria yang diduga ODGJ ini memang telah mengusik keseharian warga Desa Rancapanggung, dan mereka berharap permasalahan ini segera mendapatkan solusi.***





