Daftar Isi
Selain masalah internal, NET TV juga harus menghadapi tantangan eksternal berupa kompetisi dari platform digital.
Kemunculan YouTube, Netflix, dan layanan streaming lainnya sangat memengaruhi industri televisi secara keseluruhan, termasuk NET TV.
Penonton kini lebih memilih untuk menikmati konten on-demand yang bisa diakses kapan saja melalui perangkat genggam.
Tren ini terutama terlihat di kalangan penonton yang NET TV targetkan: kaum muda perkotaan yang melek teknologi.
Dalam konteks ini, strategi NET TV untuk menyasar penonton kelas menengah ke atas menjadi kurang efektif.
Mereka tidak hanya bersaing dengan televisi lain, tetapi juga dengan platform digital yang menawarkan kebebasan dan fleksibilitas lebih bagi penontonnya.
Konten-konten kreatif yang dulu menjadi kekuatan NET TV kini bisa ditemukan dengan mudah di platform seperti YouTube atau Netflix, yang membuat NET TV kehilangan daya tariknya.
Sebagai perusahaan media, NET TV menghadapi disrupsi dari industri digital yang tidak terduga.
NET TV tidak hanya bersaing dengan sesama stasiun televisi, tetapi juga dengan produk pengganti yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Platform digital memberikan fleksibilitas bagi penonton untuk memilih konten yang ingin mereka tonton, kapan saja dan di mana saja, yang membuat format televisi tradisional menjadi kurang menarik.





