Pengguna laptop sering kali mendapati bahwa kebijakan garansi dapat menjadi sangat membingungkan, terutama ketika berurusan dengan upgrade SSD.
Seperti yang diungkapkan oleh Triyan Wicahsono, seorang pengguna Facebook dalam grup KOMUNITAS RAKIT PC & SHARING PC GAMER INDONESIA, menyatakan bahwa:
“Sangat disayangkan S&K garansi dari brand Axioo, masa cuma upgrade storage SSD sendiri malah dianggep ngilangin garansinya, kalo gitu percuma dikasih opsional upgrade storage tapi mesti ke SC resminya.” Ucapannya ini mengacu pada kebijakan garansi Axioo yang ketat, di mana melakukan upgrade SSD sendiri bisa membatalkan garansi.
Diskusi ini memicu berbagai tanggapan dari anggota lain dalam komunitas tersebut.
Banyak yang mengonfirmasi bahwa kebijakan serupa juga diterapkan oleh merek-merek lain.
Seorang pengguna bernama Ricky Mikazuki menambahkan bahwa hal yang sama berlaku untuk laptop MSI dan ASUS, di mana pengguna tidak diperbolehkan mengganti SSD saat masa garansi masih berlaku.
Situasi ini tampaknya tidak unik untuk satu atau dua merek saja. Contohnya, Auzki Niku berbagi pengalaman serupa dengan laptop Acer.
Ketika temannya ingin meng-upgrade RAM sendiri, mereka diberitahu oleh penjual bahwa melakukan upgrade mandiri akan menghanguskan garansi.
Akhirnya, temannya memutuskan untuk membawa laptop tersebut ke service center resmi, di mana ia diminta untuk membayar harga yang lebih tinggi dari harga pasar untuk RAM tersebut agar garansi tetap berlaku.





