Sorotmedia.com – Ledakan tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram terjadi di sebuah lapak penjualan fried chicken di Kampung Sudimampir, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Peristiwa ledakan LPG 3 kilogram tersebut terjadi pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB dan mengakibatkan empat orang mengalami luka bakar.
Keempat korban terdiri atas tiga pegawai lapak dan pemilik usaha yang kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Seksi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat membenarkan kejadian tersebut dan menyebut polisi telah melakukan penanganan di lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, insiden bermula ketika seorang pegawai mendengar suara yang diduga berasal dari kebocoran gas pada tabung LPG 3 kilogram.
Pegawai tersebut kemudian berusaha menghentikan aliran gas dengan melepas regulator dari tabung, tetapi upaya itu tidak membuat kebocoran berhenti.
Karena gas masih terus keluar, tabung kemudian dimasukkan ke dalam baskom berisi air dengan harapan kebocoran dapat diamankan dan tidak menyebar ke area sekitar.
Namun, gas tetap keluar hingga memenuhi lingkungan lapak penjualan ayam goreng tersebut dan membentuk konsentrasi gas di sekitar lokasi.
Situasi berubah menjadi berbahaya ketika gas yang telah menyebar tersambar api dari tungku yang digunakan untuk kegiatan memasak.
Sambaran tersebut memicu ledakan yang cukup keras sehingga mengejutkan warga di sekitar lapak pada Sabtu malam.
Empat orang mengalami luka bakar akibat insiden tersebut, dengan tiga korban diketahui merupakan pekerja dan satu lainnya adalah pemilik lapak.
Korban pertama berinisial KSM, 23, mengalami luka bakar pada kedua tangan dan kaki setelah berada di sekitar lokasi ketika ledakan terjadi.
Korban kedua berinisial AMI, 29, mengalami luka bakar pada bagian tubuh dan wajah akibat paparan api saat gas yang memenuhi lapak tersambar tungku.
Korban ketiga berinisial RN, 30, mengalami luka bakar pada kedua kaki dan tangan dalam peristiwa tersebut.
Sementara pemilik lapak berinisial N, 52, mengalami luka bakar pada tangan kanan serta kedua kakinya.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan di kawasan Kota Baru Parahyangan untuk memperoleh perawatan medis.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian karena kebocoran LPG yang tidak segera teratasi dapat menyebabkan gas berkumpul di ruangan atau area tertutup dan meningkatkan risiko kebakaran maupun ledakan ketika bertemu sumber api.
Dalam kondisi tabung LPG diduga mengalami kebocoran, keberadaan sumber api di sekitar lokasi menjadi faktor penting yang perlu segera dijauhkan untuk mencegah gas yang terlepas tersulut.***





