Ini karena kesederhanaan dan keakraban yang terkandung dalam ungkapan tersebut mungkin tidak selalu sesuai dengan situasi formal. Namun, dalam lingkungan yang lebih santai dan akrab, ungkapan ini sangat efektif untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dan hangat antarindividu.
Selain itu, Rahma juga menyoroti pentingnya menjaga bahasa Sunda di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Banyak kata dan ungkapan dalam bahasa daerah yang mulai tergerus oleh pengaruh bahasa asing.
Oleh karena itu, ia selalu berusaha untuk menanamkan rasa cinta dan bangga akan bahasa Sunda kepada murid-muridnya. Menurutnya, salah satu cara efektif untuk melakukannya adalah dengan sering menggunakan ungkapan-ungkapan seperti “kasép pisan” dalam percakapan sehari-hari di sekolah.
Rahma percaya bahwa mempertahankan bahasa Sunda tidak hanya penting untuk komunikasi, tetapi juga untuk menjaga identitas dan kebudayaan masyarakat Sunda.
Dengan mengajarkan dan menggunakan ungkapan-ungkapan tradisional, generasi muda dapat memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Misalnya, ungkapan “kasép pisan” tidak hanya mengajarkan tentang estetika, tetapi juga tentang bagaimana memberikan pujian dengan tulus dan penuh rasa hormat.
Melalui pendekatan yang dijalankan oleh Rahma, tampak jelas bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga wadah untuk menyalurkan budaya dan nilai-nilai luhur suatu masyarakat.
Ia berharap bahwa murid-muridnya akan terus menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar, sehingga bahasa dan budaya Sunda tetap hidup dan berkembang.





