Banyak yang merasa simpati dan menyayangkan keputusan manajemen yang tidak pernah memasukkan Mizuki ke dalam senbatsu.
“Nggak AKB, SKE, NMB sama aja, banyak tuh member yang udah belasan tahun di grup tapi nggak pernah senbatsu,” timpai warganet lain, menyoroti masalah serupa yang terjadi di grup-grup idol lainnya.
Dalam perjalanan kariernya, Uno Mizuki hanya pernah menjadi bagian dari side-B true purpose team M di single ke-19, “Boku Datte Naichau yo,” yang mana ia tampil sebagai back dancer.
Hal ini semakin memperkuat argumen bahwa meskipun loyalitas dan dedikasinya tinggi, pengakuan yang didapatkan Mizuki masih jauh dari layak.
“Member paling loyal nih meskipun nggak masuk Spotify sama sekali,” tulis seorang warganet dengan nada sedih.
Dengan kelulusannya, gelar member paling senior di 48 Group kini akan dipegang oleh Iwatate Saho dan Murayama Yuiri dari AKB48.
Kepergian Uno Mizuki meninggalkan kesan mendalam bagi banyak penggemar dan menjadi refleksi atas perjalanan panjang seorang idol yang penuh dedikasi namun tidak selalu mendapatkan pengakuan yang sebanding.
Dalam dunia yang kompetitif seperti 48 Group, perjalanan Uno Mizuki mengajarkan kita tentang arti sebenarnya dari dedikasi dan ketekunan, bahkan ketika pengakuan dan kesempatan yang diharapkan tidak selalu datang.***





