Sorotmedia.com – Seorang remaja putri di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, dilaporkan hilang setelah diduga dibawa pergi oleh mantan pacarnya dalam peristiwa yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.
Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat karena korban diketahui pergi dari rumah bersama adiknya sebelum akhirnya tidak kembali sesuai waktu yang diperkirakan keluarga.
Laporan resmi yang telah diterima Polsek Cililin kini menjadi dasar bagi aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan sekaligus menelusuri keberadaan korban guna memastikan kondisi dan keselamatannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan kepolisian, peristiwa bermula ketika korban berinisial M.N. berpamitan kepada keluarganya untuk membeli es teh di sekitar wilayah tempat tinggalnya bersama sang adik.
Kepergian tersebut pada awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena lokasi yang dituju berada tidak jauh dari rumah sehingga keluarga memperkirakan keduanya akan segera kembali.
Namun waktu terus berlalu hingga beberapa jam kemudian tanpa ada kabar dari korban maupun adiknya sehingga keluarga mulai merasa khawatir.
Kondisi itu mendorong anggota keluarga untuk melakukan pencarian secara mandiri ke sejumlah lokasi yang diduga sempat dikunjungi korban di sekitar Kecamatan Cililin.
Berbagai tempat yang biasa dilalui korban turut didatangi keluarga dengan harapan dapat menemukan petunjuk mengenai keberadaannya.
Meski upaya pencarian telah dilakukan selama beberapa waktu, keluarga belum memperoleh hasil yang diharapkan.
Perkembangan baru muncul sekitar pukul 16.00 WIB ketika adik korban akhirnya berhasil pulang ke rumah dengan menggunakan layanan ojek daring.
Kepulangan adik korban memberikan titik terang mengenai rangkaian kejadian yang diduga terjadi sebelum korban menghilang.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada keluarga, saat perjalanan menuju lokasi pembelian minuman, keduanya bertemu dengan seorang pria berinisial R yang disebut merupakan mantan pacar korban.
Pertemuan tersebut kemudian berubah menjadi situasi yang diduga tidak berjalan secara sukarela menurut informasi yang tercantum dalam laporan polisi.
Dalam laporan itu dijelaskan bahwa korban diduga dipaksa untuk ikut bersama pria tersebut.
Korban juga diduga menerima ancaman kekerasan berupa ancaman akan dibunuh apabila menolak mengikuti permintaan pelaku.
Situasi yang diduga penuh tekanan tersebut membuat korban akhirnya ikut bersama pria berinisial R menggunakan sepeda motor.
Adik korban juga ikut dibawa dalam perjalanan tersebut.
Perjalanan itu kemudian berakhir di kawasan Pasar Baru.
Setibanya di lokasi tersebut, adik korban diturunkan oleh pria yang diduga membawa korban.
Adik korban selanjutnya dipulangkan menggunakan jasa ojek daring hingga akhirnya berhasil kembali ke rumah keluarga dalam keadaan selamat.
Sementara itu, korban berinisial M.N. disebut masih tetap bersama pria tersebut sehingga keberadaannya hingga laporan dibuat belum diketahui.***





