Sorotmedia.com – Kebakaran gudang penyimpanan palet terjadi di Jalan Maharmartanegara Nomor 170, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, pada 1 September 2026.
Api yang awalnya muncul dari lahan kosong di sekitar pinggir jalan tol kemudian merembet hingga mencapai area PT Trisulatex dan membakar sebagian gudang penyimpanan palet.
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi mengerahkan tiga unit kendaraan pancar untuk mengendalikan api sekaligus melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian.
Kebakaran tersebut terjadi di kawasan dengan luas keseluruhan tempat kejadian perkara mencapai sekitar 13.000 meter persegi, sedangkan area yang terdampak kobaran api diperkirakan mencapai 600 meter persegi.
Informasi mengenai kejadian tersebut mencatat bahwa kebakaran bermula ketika api terlihat membakar lahan kosong yang berada di sisi area tol.
Kondisi tersebut kemudian berkembang setelah api merambat menuju kawasan PT Trisulatex yang berada di sekitar lokasi.
Material palet yang tersimpan di dalam gudang menjadi salah satu bagian yang terdampak karena sifatnya yang mudah terbakar ketika terkena kobaran api.
Perambatan api dari lahan kosong ke area perusahaan membuat petugas harus melakukan pemadaman secara cepat agar kebakaran tidak meluas ke bagian bangunan maupun area penyimpanan lainnya.
Pemadam Kebakaran Kota Cimahi kemudian melakukan penanganan dengan mengerahkan tiga unit pancar untuk memutus perkembangan api.
Selain memadamkan titik api, petugas juga melakukan pendinginan terhadap area yang telah terbakar untuk mengurangi risiko munculnya kembali bara atau titik panas.
Langkah pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran gudang karena material yang terbakar dapat menyimpan panas meskipun kobaran api utama telah berhasil dikendalikan.
Berdasarkan data penanganan kejadian, luas area yang terbakar mencapai sekitar 600 meter persegi dari keseluruhan kawasan tempat kejadian yang memiliki luas kurang lebih 13.000 meter persegi.
Besarnya kawasan tersebut membuat pengendalian api menjadi penting untuk mencegah kobaran menjalar lebih jauh dan menyebabkan kerusakan tambahan.
Data sementara mencatat kerugian pada bangunan akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.
Sementara itu, kerugian terhadap barang atau isi bangunan ditaksir sekitar Rp10 juta sehingga total kerugian material sementara berada di kisaran Rp35 juta.
Di sisi lain, upaya pemadaman yang dilakukan petugas berhasil menyelamatkan bagian bangunan dengan nilai sekitar Rp25 juta.
Barang atau isi bangunan yang berhasil diselamatkan juga diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp10 juta.
Data tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada memadamkan api, tetapi juga membatasi kerusakan agar tidak berkembang menjadi kerugian yang lebih besar.
Enam orang dilaporkan berhasil diselamatkan dalam kejadian kebakaran tersebut.
Tidak adanya korban jiwa yang dilaporkan menjadi salah satu hal penting dalam penanganan insiden ini, mengingat kebakaran terjadi di area yang digunakan untuk aktivitas penyimpanan.
Dari sisi penyebab, data kejadian mengategorikan kebakaran tersebut sebagai insiden yang terjadi akibat kelalaian.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara rinci bentuk kelalaian yang menjadi pemicu munculnya api di lahan kosong.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas di sekitar lahan kosong, khususnya pada area yang berdekatan dengan fasilitas penyimpanan material mudah terbakar, perlu dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.***





