Untuk ukuran per CVT 1000 RPM, settingan atau perubahan yang dilakukan tidak akan serumit ketika mengganti per CVT ke ukuran 2000 RPM.
Ada beberapa kasus di mana penggunaan per CVT yang sangat keras dipadukan dengan roller yang sangat ringan menghasilkan performa yang tidak optimal.
Meskipun putaran bawah mungkin sangat baik, jika perubahan ini dilakukan secara ekstrem, maka tarikan motor bisa tidak keluar alias ngeden dan tertahan.
Inilah sebabnya mengapa banyak yang mencari racikan yang tepat antara roller dan per CVT pada motor matic. Penggunaan ukuran yang asal-asalan malah akan membuat motor tidak mengeluarkan performa aslinya.
Penting untuk melakukan riset dan eksperimen yang cukup sebelum memutuskan untuk mengubah komponen CVT motor.
Jangan sampai mengeluarkan biaya untuk upgrade CVT, tetapi hasilnya justru membuat performa motor menurun. Selain itu, menjaga keseimbangan antara akselerasi dan top speed juga sangat penting agar motor tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi.





