Seharusnya, jika KLP48 mengikuti versi asli AKB48, mereka mungkin akan menggunakan bahasa Jepang dalam lirik tersebut.
Namun, kenyataannya, mereka memilih untuk menggunakan lirik versi JKT48 yang sudah ada.
Opini dari beberapa pihak, termasuk admin Facebook/ F48G sendiri, menganggap bahwa KLP48 seharusnya menerjemahkan lirik tersebut secara langsung dari bahasa Jepang ke bahasa Melayu.
Dengan demikian, mereka akan tetap menjaga orisinalitas dan menghindari masalah terkait penyalinan.
Sebagian penggemar mungkin melihat ini sebagai tindakan tidak kreatif dan kurang menghargai karya asli.
Sementara itu, ada juga yang berpendapat bahwa ini bukan masalah besar karena KLP48 dan JKT48 merupakan sister group, sehingga hubungan antara kedua grup bisa dianggap lebih fleksibel.
Akhirnya, pandangan terhadap masalah ini sangat tergantung pada persepsi masing-masing individu.
Apakah tindakan KLP48 ini dapat diterima atau dianggap sebagai pelanggaran, adalah pertanyaan yang mungkin tidak memiliki jawaban tunggal.
Yang jelas, kejadian ini memicu diskusi dan memberikan pandangan baru mengenai adaptasi lirik dalam industri musik.***





