Sorotmedia.com – Haruno Riri resmi dikeluarkan dari grup idola Takane no Nadeshiko usai tersandung skandal kedekatan dengan seorang pria.
Kabar ini menjadi penutup dari perjalanan kariernya selama tiga tahun di grup yang dikenal luas di kalangan penggemar J-pop tersebut.
Keluarnya Haruno Riri dilakukan tanpa pengumuman resmi, namun jejak kepergiannya terlihat jelas dari absennya aktivitas di media sosial.
Sebelumnya, publik sempat digemparkan dengan beredarnya foto Haruno Riri yang tengah menghabiskan waktu bersama seorang pria di Tokyo Disneyland pada Mei 2025.
Foto-foto tersebut pertama kali mencuat melalui platform X (sebelumnya Twitter), yang memperlihatkan sosok perempuan diduga kuat Haruno Riri tengah berjalan berdua dalam suasana akrab dengan seorang laki-laki.
Meskipun tidak ada pernyataan langsung dari manajemen Takane no Nadeshiko saat itu, namun Riri tiba-tiba menghentikan seluruh aktivitas publiknya.
Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Haruno Riri tengah dalam masa suspensi internal sebagai bentuk respons atas dugaan pelanggaran aturan yang berlaku di dunia peridolan Jepang.
Selama masa ketidakhadirannya, nama Haruno Riri tidak lagi disebut dalam berbagai promosi maupun kegiatan resmi grup, termasuk absennya ia sejak musik video grup berjudul アイドル衣装 yang dirilis pada 28 Mei 2025.
Ketika publik mulai menduga bahwa Riri hanya mengambil jeda untuk refleksi atau pemulihan, perkembangan justru menunjukkan arah berbeda.
Dalam dua hari terakhir sebelum artikel ini ditulis, berbagai unggahan perpisahan dari para penggemar mulai membanjiri lini masa, yang sebagian besar merupakan ungkapan terima kasih atas kontribusi Riri selama di Takane no Nadeshiko.
Meskipun tidak ada pernyataan tertulis dari pihak Riri sendiri, penghapusan akun media sosialnya secara menyeluruh menjadi indikasi kuat bahwa proses pemutusan hubungan dengan grup telah dilakukan secara final.
Dalam budaya idol Jepang, kedekatan personal, terutama yang bersifat romantis, masih dianggap sebagai pelanggaran etika yang serius.
Aturan tak tertulis ini menjadi bagian dari ekspektasi penggemar yang mendambakan citra “idola murni” yang sepenuhnya didedikasikan untuk grup dan penggemarnya.
Maka tidak heran jika kasus Haruno Riri langsung berdampak pada reputasinya, bahkan sebelum kebenaran penuh dari peristiwa tersebut dikonfirmasi.***





