Sorotmedia.com – Seorang petugas keamanan menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam di Jalan Industri 5, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, yang mengakibatkan korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya keselamatan petugas keamanan yang menjalankan tugas menjaga ketertiban di lingkungan perusahaan, terutama saat menghadapi situasi yang berpotensi memicu konflik.
Insiden yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB itu kini telah ditangani aparat kepolisian yang bergerak cepat mengamankan terduga pelaku serta melanjutkan proses penyelidikan.
Kasus tersebut juga menjadi perhatian masyarakat karena dugaan pemicu kejadian berawal dari teguran terhadap sekelompok orang yang diduga sedang mengonsumsi minuman keras di area sekitar lokasi perusahaan.
Korban diketahui berinisial A (43), seorang petugas keamanan yang sedang menjalankan tugas malam di kawasan Jalan Industri 5, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Saat kejadian berlangsung, korban dilaporkan sedang melakukan pengawasan rutin di sekitar lingkungan perusahaan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam pelaksanaan tugasnya, korban mendapati seorang pria bersama dua rekannya berada di sebuah warung yang terletak di depan perusahaan.
Ketiga orang tersebut diduga sedang mengonsumsi minuman keras ketika korban memberikan teguran agar aktivitas tersebut tidak mengganggu keamanan lingkungan.
Teguran yang disampaikan petugas keamanan tersebut diduga tidak diterima dengan baik oleh salah seorang pria bernama Ikbal Supriadi (26).
Setelah menerima teguran, pelaku diduga meninggalkan lokasi warung dan mendatangi pos keamanan tempat korban bertugas.
Pertemuan di pos keamanan kemudian berkembang menjadi adu mulut antara korban dan pelaku.
Ketegangan yang semakin meningkat membuat situasi sulit dikendalikan hingga akhirnya berubah menjadi perkelahian.
Berdasarkan hasil penelusuran dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi, korban sempat melakukan pukulan lebih dahulu kepada pelaku saat perselisihan berlangsung.
Situasi tersebut kemudian memicu aksi balasan dari pelaku yang diduga mengeluarkan sebuah pisau lipat.
Pelaku diduga beberapa kali mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah tubuh korban dalam waktu singkat.
Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami sejumlah luka serius di beberapa bagian tubuh.
Luka sobek dilaporkan terdapat pada bagian wajah korban.
Korban juga mengalami luka pada bagian leher akibat serangan senjata tajam tersebut.
Selain itu, bagian mulut korban turut mengalami luka yang membutuhkan penanganan medis.
Cedera pada bagian kepala juga dialami korban sehingga kondisinya memerlukan observasi lebih lanjut oleh tim medis.
Setelah kejadian, korban segera dievakuasi untuk memperoleh pertolongan medis.
Korban pertama kali mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Cahya Kawaluyan Kota Baru Parahyangan.
Tim medis melakukan tindakan awal guna menghentikan pendarahan serta menstabilkan kondisi korban.
Melihat tingkat keparahan luka yang dialami, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Sementara itu, aparat kepolisian langsung melakukan serangkaian penyelidikan setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Petugas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan berbagai keterangan yang dibutuhkan.
Hasil pemeriksaan awal mengarah kepada identitas pelaku yang diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.
Pihak kepolisian kemudian bergerak melakukan pencarian terhadap pelaku tidak lama setelah peristiwa terjadi.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.***

