The Jakmania Sukabumi pun memberikan klarifikasi, menegaskan bahwa provokasi dimulai dari dalam rumah yang diduga menjadi tempat nonton bareng pendukung Persib.
Mereka juga meminta maaf kepada pemilik rumah dan masyarakat Sukabumi atas insiden ini.
The Jakmania Sukabumi menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta pemilik rumah untuk menyelesaikan masalah secara damai.
Dalam insiden ini, 13 suporter Persija yang diduga terlibat telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Mereka terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang perusakan secara bersama-sama di muka umum, yang dapat berujung pada hukuman penjara hingga empat tahun.
Persija dan Persib memang memiliki sejarah persaingan yang panas, dan seringkali situasi antar suporter kedua tim dapat memanas, terutama saat berlangsungnya pertandingan.
Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, berbagai tindakan pencegahan diambil, seperti pembubaran lebih awal dalam nobar yang dilakukan oleh The Jakmania Sukabumi.
Namun, insiden seperti ini kembali menjadi pengingat bahwa provokasi dari kedua belah pihak dapat mengarah pada kejadian yang lebih serius dan tidak diinginkan.
Dalam konteks ini, peran pihak berwenang serta kerja sama antar suporter sangat penting untuk menjaga kondusivitas di lapangan maupun di luar lapangan. ***

