Lansia 74 Tahun Ditemukan Meninggal di Padalarang, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

oleh
oleh
Lansia 74 Tahun Ditemukan Meninggal di Padalarang, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Sorotmedia.com – Seorang perempuan lanjut usia berinisial M (74) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kampung Tipar Timur, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (21/9/2026) pagi.

Korban diketahui tidak merespons setelah keluarga dan warga berusaha memanggil dari luar rumah.

Sebelum ditemukan meninggal, M disebut sudah tidak terlihat selama kurang lebih satu hari sehingga keluarga mulai mencari keberadaannya.

Informasi mengenai kondisi korban diterima Ketua RT setempat dari menantu korban sekitar pukul 07.00 WIB.

Setelah mendapat kabar tersebut, pihak keluarga kemudian dihubungi untuk memastikan kondisi M yang berada di dalam rumah.

Salah satu anak korban selanjutnya meminta bantuan warga untuk membuka pintu rumah karena tidak ada respons dari dalam.

Warga bersama Ketua RT kemudian berupaya masuk dengan mendobrak pintu bagian belakang rumah.

Setelah beberapa akses menuju bagian dalam rumah berhasil dibuka, warga menemukan M dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Cimahi datang dan melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban serta tempat kejadian.

Berdasarkan pemeriksaan awal petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan awal bahwa kematian M tidak menunjukkan indikasi adanya tindak kekerasan.

Korban diketahui memiliki sejumlah riwayat penyakit, di antaranya gangguan lambung, penyakit jantung, dan asam urat.

Dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan awal serta riwayat kesehatan korban, polisi menduga M meninggal dunia akibat kondisi sakit.

Meski demikian, dugaan tersebut merupakan hasil pemeriksaan awal di lokasi dan bukan kesimpulan medis dari proses autopsi.

Pihak keluarga kemudian menyatakan tidak bersedia jenazah M menjalani autopsi.

Setelah proses pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

M rencananya dimakamkan di pemakaman umum yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Peristiwa ini bermula ketika korban tidak terlihat selama sekitar satu hari hingga akhirnya keluarga dan warga berusaha memastikan keberadaannya.

Tidak adanya respons dari dalam rumah membuat warga bersama keluarga mengambil langkah membuka akses rumah secara paksa.

Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kepolisian guna memastikan kondisi korban dan mencari informasi mengenai penyebab kematiannya.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan, sementara riwayat sejumlah penyakit yang dimiliki korban menjadi informasi penting dalam penanganan kejadian tersebut.

Kasus penemuan lansia meninggal di rumah ini selanjutnya diselesaikan dengan penyerahan jenazah kepada keluarga setelah pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.***

Visited 1 times, 1 visit(s) today

No More Posts Available.

No more pages to load.