Monday, 30 September 2019

Berikut Beberapa Faktor Penyebab Pria Mengalami Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah kondisi ketidakmampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi ketika sedang berhubungan seksual. Hal ini setidaknya diderita oleh 50 persen pria ketika berusia 40 hingga 70 tahun dan memang resiko mengalami impotensi akan lebih meningkat seiring bertambahnya usia. Impotensi ini akan sangat berpengaruh pada kehidupan seksual pria sehingga menyebabkan rasa rendah diri, depresi, hingga stress. Oleh karena itulah pria yang mengalami hal ini sebaiknya tidak perlu malu untuk melakukan konsultasi untuk dapat menangani impotensi yang dialami. Impotensi pada pria sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti beberapa faktor penyebab di bawah ini:


Berikut Beberapa Faktor Penyebab Pria Mengalami Disfungsi Ereksi

Faktor fisik

Faktor pertama yang menyebabkan pria impotensi adalah karena faktor fisik yang dipunyai. Hal ini pada umumnya terjadi karena penyakit yang dialami sehingga membuat kinerja tubuh menjadi tidak maksimal. Seperti faktor yang pertama adalah karena pria menderita penyakit jantung sehingga tidak mampu untuk memompa darah dengan baik dan menyebabkan impotensi. Karena dengan aliran darah yang kurang maka pria tidak dapat mencapai ereksi. Selain itu juga faktor fisik yang disebabkan oleh penyakit seperti pengerasan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, kolesterol yang tinggi, kebocoran vena, diabetes, obesitas, dan juga kondisi fisik lainnya.

Faktor neurogenik

Faktor penyebab selanjutnya mengapa pria mengalami disfungsi ereksi adalah dari faktor neurogenik. Faktor ini merupakan kondisi neurogenik yang dapat menyebabkan pria impotensi. Seperti yang pertama adalah karena pria mempunyai kelainan parkinson, selain itu juga karena menderita alzheimer, tumor otak, temporal lobe epilepsy, operasi kelenjar prostat, dan juga mengalami stroke. Sehingga berbagai kondisi medis yang menyebabkan kerusakan saraf dapat untuk menjadi alasan mengapa pria mengalami impotensi.

Faktor hormonal

Faktor ketiga mengapa pria mengalami impoten adalah karena faktor hormonal. Pertama adalah karena mengalami hypogonadisme yang merupakan kondisi medis yang dapat untuk mempengaruhi kadar testoreron yang rendah dan tidak normal. Selain itu juga ada hypertiroidisme yang membuat kelenjar tiroid mempunyai terlalu banyak hormon, hypotiroidisme saat kelenjar tiroid memproduksi hormon yang kurang dan terlalu sedikit, sindrom cushing yang merupakan kondisi medis pengaruh dari produksi hormon kortisol, dan terakhir adalah karena libido yang kurang sehingga tidak bisa memicu terjadinya ereksi.

Faktor psikologis

Faktor psikologis juga membuat terjadinya impotensi karena peranan otak dalam proses terjadinya ereksi adalah sangat vital. Sehingga faktor psikologis juga menjadi salah satu penyebab yang menyebabkan terganggunya ereksi atau impotensi. Misalnya saja faktor psikologis yang pertama adalah karena mengalami depresi, stress, dan juga komunikasi yang buruk. Selain itu juga karena mengalami gangguan kecemasan yang mana berpengaruh apabila pernah tidak mampu untuk mencapai ereksi pada masa lalu. Hal tersebut akan membuat lebih cemas dan tidak bisa atau gagal bahkan juga tidak dapat untuk mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.

Faktor gaya hidup

Penyebab terakhir mengapa pria mengalami disfungsi ereksi adalah karena faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan impoten. Seperti yang pertama adalah karena kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol, dan juga menggunakan narkoba. Ketika sering begadang dan mengalami gangguan tidur juga dapat untuk menyebabkan terjadinya impoten. Apabila sedang menjalankan pengobatan untuk kanker prostat dan juga pembesaran prostat juga dapat mempunyai resiko tinggi mengalami impoten. Dan terakhir adalah karena penggunaan obat resep yang dapat menyebabkan impoten seperti antihipertensi, diuretik, antipsikotik, antidepresan, hormon sintetik, alpha blocker, dan lainnya.

No comments:

Post a Comment