Tuesday, 4 September 2018

Pentingnya Buku Sejarah untuk Pendidikan Nasionalisme Anak Sedari Dini

Sejarah adalah rekam jejak suatu peristiwa yang menyertai perjalanan sebuah bangsa dan fase kehidupan manusia. Namun faktanya, hanya sekelompok orang yang menjadi bagian dari bangsa tersebut yang benar-benar memahami perjalanan sejarah bangsanya. Akibatnya banyak orang yang kurang memahami arti penting nasionalisme, sehingga cenderung apatis terhadap nasib bangsanya. Inilah peran buku sejarah dalam menumbuhkan rasa nasionalisme sejak dini.
Hasil gambar untuk anak-anak baca buku
 
Bukan tak ada alasannya, sejarah dicantumkan ke dalam mata pelajaran di bangku sekolah. pelajaran ini bagi sebagian siswa merupakan pelajaran yang membosankan. Seperti tak ada pentingnya membahas sejarah. Padahal di setiap peradaban manusia, manusia menciptakan berbagai alat sebagai dokumen atau penanda. Hal itu merupakan suatu bukti bahwa sejarah itu sangat perlu.

The Examplar Theory of History, dikenal sejak jaman Sokrates dan Herodotus (484 - 425 SM) serta Thucydides (456 - 396). Teori ini berpendapat bahwa sejarah adalah teladan bagi kehidupan manusia, karena sejarah mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang bisa dijadikan pedoman dalam segala aspek kehidupan manusia. Teori tersebut juga sama halnya dengan filosofi bangsa China bahwasanya tradisi penulisan sejarah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kerajaan dan Dinasti yang memegang kendali pemerintahan. Sehingga, siapapun rajanya, ia seolah diwajibkan untuk menuliskan sejarah perjalanan kehidupannya sebagai pedoman atau petunjuk raja-raja selanjutnya yang menggantikan kedudukannya. Bangsa Romawi kuno memiliki slogan “Historia vitae magistra” yang artinya sejarah merupakan guru bagi kehidupan.

Pandangan Bapak Pendiri Bangsa ini, Ir. Soekarno, terhadap sejarah adalah jargon yang sering kita dengar dan akrab di telinga kita yaitu “JASMERAH” yang merupakan singkatan dari “Jangan Melupakan Sejarah” lalu ada lagi: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawan”. Apa yang menjadi tujuan dari pandangan Bapak Soekarno tak lain adalah demi membangkitkan rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan. Anak-anak kita merupakan generasi penerus bangsa sudah sepantasnya belajar mengenai sejarah bangsa ini demi tercapainya semangat nasionalisme yang berperan penting dalam persatuan Indonesia. Selain dari buku sejarah, anak-anak juga bisa belajar sejarah dengan mengunjungi tempat-empat yang bersejarah di negeri ini seperti museum, monumen, tugu, dan situ-situs peninggalan kebudayaan seperti candi.

Apa saja manfaat ilmu sejarah? Menurut Louis Gotschalk dan Nugroho Notosusanto, manfaat dari sejarah adalah sebagai berikut:

  • Edukatif yaitu dengan cara mengambil hikmah dari suatu sejarah atau peristiwa entah itu kearifan, kejujuran, keadilan, kebenaran dan sebagainya.
  • Inspiratif. Sejarah beserta dokumennya merupakan salah satu perkembangan teknologi pada jamannya. Hasil karya sejarah merupakan inspirasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan maupun menciptakan karya seni.
  • Instruktif. Mengacu pada konteks memiliki keterampilan dari pengajaran sejarah, berupa pemahaman terhadap generalisasi atau konsep yang dipelajari melalui suatu peristiwa sejarah.
  • Rekreatif. Wisata sejarah merupakan sarana rekreasi sekaligus mengandung unsur edukatif bagi berbagai kalangan.
  • Pendidikan politik tidak lain merujuk pada kurikulum yang berlaku dimana sejarah menjadi salah satu kebijakan politik dari pemerintah

Pendidikan masa depan. Sejarah pada hakikatnya ialah studi mengenai korelasi antara manusia dan kehidupannya dalam konteks dan waktu tertentu. Sehingga berkesinambungan dengan masa kini dan masa yang akan datang. Kesimpulannya, kita bisa mempelajari dan memprediksi masa yang akan datang melalui sejarah. Tak ada hal yang baru pada sejarah tetapi berbagai manfaat dapat dirasakan dengan mempelajarinya. Buku sejarah bukan hanya buku teks yang tidak ada manfaatnya. Buku ini merupakan kumpulan berbagai peristiwa dan bukti adanya dokumen sejarah. Buku ini sangat penting untuk membangun semangat nasionalisme dan kebangsaan pada anak-anak kita.

No comments:

Post a Comment