Sunday, 12 August 2018

Sejarah, Manfaat dan Dampak Gelombang Radio

Gelombang radio merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Gelombang tersebut terbentuk saat objek yang bermuatan listrik dari gelombang pembawa atau gelombang osilator yang dimodilasi dengan gelombang audio yang ditumpangkan pada frekuensi dalam RF di suatu spektrum elektromagnetik. Radiasi magnetik dari gelombang tersebut bergerak dengan cara osilasi magnetik ataupun elektrik. 

Hasil gambar untuk gelombang radio
 
Pertama kali ditemukan oleh James Clerk Maxwell pada tahun 1865 yang datang dengan persamaan elektromagnetisme. Persamaan tersebut disebut juga dengan persamaan Maxwell. Saat itu, ketika bekerja pada hubungan antara cahaya dan elektromagnetis, James menyadari jika terdapat bentuk lain dari radiasi elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang di bawah dan diatas dari kisaran yang terlihat. Radiasi panjang gelombang dengan frekuensi yang lebih rendah ditunjukkan berdasarkan pada percobaan dari Heinrich Hertz, 22 tahun kemudian yaitu di tahun 1887. Setelah beberapa dekade, gelombang tersebut digunakan untuk transmisi informasi.

Gelombang radio memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Penggunaan atau manfaat yang paling banyak digunakan adalah untuk mengirimkan foto, teks, audio dalam bentuk sinyal seperti cahaya dengan radiasi frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Gelombang yang memiliki panjang kurang dari 10 meter akan terserap oleh atmosfir. Frekuensi terendah untuk gelombang tersebut digunakan pada kapal selam tepatnya untuk berkomunikasi. Hal tersebut dikarenakan energi yang rendah dan memiliki daya tembus yang tinggi karena dianggap lebih memiliki bass dan berarti dapat menembus lebih jauh walaupun terdapat media tebal seperti air.

Sebelum mengirimkan informasi dengan menggunakan salah satu gelombang elektromagnetik tersebut, harus dikodekan terlebih dahulu. Pertama adalah dengan menggunakan AM atau modulasi amplitudo dan yang kedua adalah dengan FM atau modulasi frekuensi. Perbedaannya adalah jika dengan AM, informasi harus dikodekan dengan cara melakukan variasi amplitudo dan tinggi gelombang sedangkan untuk metode FM, pembawaan data melibatkan perubahan frekuensi. Dunia astronomi juga memerlukan gelombang tersebut untuk memahami dan mengetahui keadaan di luar angkasa sehingga para astronom dapat mengetahui big bang dari radiasi yang terjadi.

Namun, gelombang radio memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan. Terdapat kekhawatiran bagi makhluk hidup yang berada di area gelombang tersebut dalam jangka waktu yang lama misalnya pada ponsel dan radar. Ketika terjadi radiasi frekuensi, akan menimbulkan panas karena radiasi yang diserap tubuh. Walaupun tidak semuanya berbahaya namun berada di dekat pemancaran radar dengan sinyal yang kuat berpotensi atau berbahaya bagi tubuh. Salah satunya bagian tubuh yang dapat terkena radiasi dari gelombang tersebut adalah mata yang akan menjadi sangat rentan terhadap kerusakan dan jika terkena paparan radiasi gelombang mikro yang berlebihan dapat mengakibatkan katarak pada mata. Radiasi jangka panjang dari ponsel yang digunakan secara terus menerus masih terus dilakukan penelitian karena diperkirakan dapat mengganggu kinerja otak.

No comments:

Post a Comment