Monday, 27 August 2018

Membuat Kue Lebaran yang Renyah, Enak, dan Tahan Lama

Lebaran atau Idul Fitri adalah moment yang pasti sudah dinanti-nanti. Apalagi sebulan sebelumnya para umat muslim telah melakukan ibadah sebulan penuh yaitu berpuasa. Hari raya Idul Fitri seperti sebuah kemenangan merayakan keberhasilan menahan hawa nafsu. Pada hari ini semua keluarga berkumpul untuk saling bersilaturahmi mempererat tali persaudaraan. Saat ini juga berbagai makanan seperti lontong opor, sambal goreng dan ketupat sayur disajikan. Bukan hanya makanan besar, kue lebaran seperti nastar, kastengel, putri salju dan lainnya pasti sudah sangat dinanti.

Hasil gambar untuk kue kering lebaran
 
Kue cemilan lebaran biasanya jarang ditemukan diluar hari raya lebaran. Para pembuat kue memanfaatkan moment ini untuk memasarkan keahliannya dalam membuat kue. Kue yang baik adalah kue yang tetap renyah dalam penyimpanan, karena biasanya kue dibuat beberapa minggu sebelum lebaran agar dapat menghasilkan stok kue yang cukup untuk dipasarkan menjelang hari raya.

Agar kue tetap terasa renyah, tidak apek dan awet, ada beberapa trik yang dapat dilakukan terutama untuk Anda yang berbisnis kue lebaran, yakni:

  • Untuk kue yang dicetak dengan sendok

Gunakan dua buah sendok teh untuk mencetak bentuk kue. Ukurannya disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan, sebaiknya jangan terlalu besar dan tebal agar kue dapat matang sempurna.

  • Kue yang dibentuk dengan spuit

Cucilan spuit sebelum digunakan agar tidak ada bahan lain yang menyumbat. Besar dan bentuk kue akan sangat dipengaruhi oleh bentuk spuit. Cobalah model spuit yang akan digunakan, pakailah beberapa tehnik untuk menghasilkan cetakan yang berbeda-beda.

  • Kue yang dicetak

Pastikan adonan sudah kalis, kemudian gulung adonan menggunakan rolling pin. Sebelum digulung ada baiknya bahan kue dilapisi plastik agar tidak menempel di rolling pan. Bentuk datar dengan ketebalan 2mm agar kue tidak terlalu tebal sehingga dapat mengembang dan matang.

  • Kue yang dibentuk dengan tangan

Cuci bersih tangan sebelum mencetak kue. Lapisi telapak tangan dengan tepung agar kue tidak menempel. Jangan terlalu lama mencetak bahan kue agar tidak mengeras. Jika bahan kue terlalu, jangan buru-buru ditambahkan tepung, simpan dalam lemari es selama 30 menit atau sampai bahan kue sedikit keras.

  • Kue yang dipotong-potong

Hasil adonan seharusnya lebih keras agar mudah dipotong. Bentuk adonan menjadi berbentuk tabung kemudian bungkus plastik agar tidak mengering, simpan dalam lemari es selama 35 menit. Keluarkan lalu potong-potong sesuai bentuk yang diinginkan.

Selain tips di atas, pengemasan juga sangat penting untuk menjaga kualitas kue buatan Anda. Saat ini sudah banyak kemasan murah meriah yang dipakai untuk mengemas kue kering, diantaranya:

  • Composite Can

Dapat terbuat dari kaleng ataupun plastik tebal dengan aneka bentuk seperti kotak dan tabung. Dapat dihias agar mempercantik kemasan seperti menambahkan pita, stiker, maupun kain sehingga menjadi bentuk-bentuk tertentu.

  • Toples Plastik

Toples plastik banyak digunakan dari dahulu untuk mengemas kue kering. Bahannya yang bening memberi manfaat sehingga bentuk kue tampak dari luar. Harganyapun murah dan volumenya biasanya disesuaikan dengan berat kue yang akan dijual.

  • Plastik kemasan multilayer

Digunakan untuk kue atau makanan yang harus disimpan kedap udara. Setelah dimasukkan dalam plastik ini, udara di dalam plastik divacuumkan kemudian bagian atas plastik di press sehingga tertutup rapat.

Itulah beberapa tips agar kue lebaran Anda dapat awet dan tetap crispy. Selamat mencoba.

No comments:

Post a Comment